Banner

Tampilkan postingan dengan label Perbatasan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbatasan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 27 April 2017

Perjuangkan 50 Unit, 8 Yang Terealisir?

BTCClicks.com Banner

Kabar yang beredar di media sosial terkait bantuan Kapal Tangkap untuk Nelayan di Sebatik sebagai wilayah perbatasan sudah turun 8 unit ukuran 10 GT. Jumlah tersebut tentunya masih jauh dari yang pernah diminta oleh Luther Kombong selaku Wakil Rakyat dari Kaltim-Kaltara yang duduk di Komisi IV DPR RI sebagai mitra kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebagai informasi, Luther Kombong merasa sangat prihatin dengan kondisi perairan di Sebatik yang berbatasan langsung dengan negara lain. Sebab, perairan di Sebatik rawan ditempati nelayan asing untuk melakukan pencurian ikan.

Harapan Luther Kombong, Pemerintah Pusat harusnya memberikan banyak bantuan Kapal Tangkap untuk nelayan di Sebatik sehingga dengan sendirinya Nelayan Sebatik yang melakukan penangkapam ikan juga akan menjadi benteng pertahanan di perairan Indonesia yang berbatasan langsung dengan negara lain.

Ke depannya Luther Kombong akan terus mendorong Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dalam rapat-rapat yang digelar di Komisi IV, baik itu Rapat Kerja dengan Menteri maupun dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Dirjen terkait agar Pemerintah terus meningkatkan jumlah bantuan Kapal Tangkap Nelayan untuk perairan perbatasan yang disertai dengan pelatihan guna meningkatkan keahlian para nelayan yang umumnya masih terbiasa dengan Kapal Manual menuju Kapal Berteknologi.

Kamis, 09 Februari 2017

Merantau Menimba Ilmu Untuk Bangun Sebatik

Pembangunan sarana publik di Sebatik Indonesia, Provinsi Kalimantan Utara, harus diikuti dengan peningkatan Sumber Daya Manusia. Salah satu yang menjadi konsen Himpunan Keluarga Mahasiswa Sebatik (HKMS) di Jogjakarta adalah memotivasi lulusan Sekolah Menengah Atas dan sederajat untuk melanjutkan Pendidikan ke Jenjang yang lebih tinggi.

Namun, memotivasi para pelajar untuk mau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi juga harus dibarengi dengan penyediaan sarana sebagai wadah berkumpul untuk dapat menyatukan Visi dan Misi dalam menempuh Pendidikan serta menimba ilmu di perantauan khususnya Kota Jogjakarta sebagai ikon Kota Pelajar yang menjadi pilihan Pelajar asal Sebatik.

Menyatukan Visi dan Misi dinilai sangat strategis untuk mempersiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul dan siap mengabdi di tengah masyarakat ketika sudah kembali ke daerah asal yakni Sebatik Indonesia, Kalimantan Utara, mengingat tantangan dan cobaan yang akan dihadapi para pelajar asal Sebatik selama menimba Ilmu di Kota Jogjakarta sangat mempengaruhi Kualitas Individu masing-masing.

Atas sejumlah alasan di atas sehingga HKMS berjuang untuk 'menyediakan' Asrama (walaupun masih sebatas sewa) agar minat Pelajar asal Sebatik yang terus bertambah jumlahnya bisa berkumpul dalam satu wadah, memiliki Visi dan Misi yang sama dalam melanjutkan pendidikan serta menimba ilmu di Jogjakarta bisa satu persepsi yaitu Merantau Menimba Ilmu untuk membangun Indonesia dari Sebatik Perbatasan.

Semangat juang HKMS ini tidak boleh dibiarkan jalan sendiri, Perangkat Pemerintah baik dari tingkat Kecamatan, Kabupaten hingga Provinsi harus memberi dukungan sehingga apa yang dicita-citakan HPMS untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia di Sebatik khususnya Putra daerah dapat berjalan baik dan lancar serta sesuai dengan perencanaan yang sudah dibuat.